by

Etika Bercanda Tingkat Dewa

CITRADEPOK.COM | Depok – Semua orang tentunya butuh dan perlu bercanda. Mengapa? Karena bercanda merupakan salah satu cara untuk menyegarkan pikiran serta jiwa.
Namun, berhati-hatilah dalam bercanda karena dari awalnya bercanda secara verbal bisa berujung pada kesalahpahaman.
Bercanda memang dapat dilakukan oleh semua kalangan tanpa pengecualian. Tapi ingat, isi bercandaan hendaknya dapat disesuaikan dengan umur, ke siapa, dan tempat melontarkan bercandaan tersebut.
Tanpa terkecuali, di kalangan politikus juga sering terlontar candaa-candaan yang dimaksudkan untuk membuat situasi menjadi lebih santai karena seperti yang kita semua ketahui persaingan politik terkadang membuat mereka mempunyai tingkat ketegangan yang tinggi.
Usia dewasa, status sebagai politikus tentunya untuk melontarkan candaan ada beberapa etika sehingga candaan tidak ditangkap secara salah persepsi.

Keeratan Hubungan

Kesalahpahaman yang berawal dari lontaran candaan akan membuat hubungan antar politikus akan menjadi memanas. Apalagi jika pada awalnya belum saling mengenal atau tidak akrab. Sebagai contohnya peristiwa yang dialami bakal calon Walikota Kota Depok yang berujung pada rasa dilecehkan.
Sensitifitas candaan antara laki-laki ke perempuan memang dapat berujung pada perasaan dilecehkan di pihak perempuan. Apalagi isi ‘candaannya’ tidak jauh dari kamar tidur.
Tentunya candaan akan membuat pihak perempuan yang pada dasarnya bukanlah teman akan menjadi tesinggung. Walaupun pertemanan akrab akan tetapi ‘candaan’ seputar kamar tidur memang tidak patut untuk dijadikan bahan candaan.

Lihat Suasana Lingkungan

Jika memang ingin melontarkan candaan memang sebaiknya lihatlah terlebih dahulu situasi dan kondisi. Pertimbangkan situasi dan kondisi adalah seputar sedang berada dimana, siapa yang ada di sekitar tempat tersebut, dan perhatikan personal yang hendak di bercandakan.
Seperti yang telah dialami oleh bakal calon Wakil Walikota Kota Depok, candaan seputar kamar tidur ini ditujukan pada seorang perempuan yang mungkin statusnya sudah bersuami dan berada pada lingkungan yang ramai.
Sangat tidak bijaksana candaan seputar kamar tidur terlontar pada situasi yang ramai sehingga terdengar oleh pihak lain. Bahkan pihak lain yang mendengar candaan ini seperti ikut mendukung isi candaan tersebut.
Bagi seorang perempuan candaan tentang kamar tidur dan fisik dapat membuat harga dirinya menjadi tercongkel, bahkan dapat membuat dirinya menjadi malu.

Memilah Isi Candaan

Secara etika, tidak semua hal dapat dijadikan bahan candaan. Tentunya isi candaan harus ada batasnya. Batasannya tentunya harus mengingat segi etika kesopanan kita sebagai orang yang berbudaya timur. Apalagi sebagai orang Indonesia dengan berbagai suku dan budaya justru harus lebih berhati-hati untuk melontarkan candaan.
Sebaiknya lontaran candaan hendaknya yang bersifat netral agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dan ketersingungan pihak lain. Hindari bercanda yang dapat menimbulkan ketersingungan individu ataupun kelompok.
Bercanda memang menyenangkan karena dapat melemaskan otot-otot yang tegang. Akan tetapi jangan sampai bercanda yang kebablasan karena dapat merugikan orang lain bahkan diri sendiri karena dapat dianggap sebagai perbuatan yang tidak menyenangkan./ICP

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *