by

KOOD Paparkan Rencana Program Sambil Buka Bersama

-Peristiwa-239 views

CITRADEPOK.COM | JATIMULYA – Sedikitnya puluhan Pengurus dan anggota Kumpulan Orang Orang Depok (KOOD), membanjiri kediaman H. Maksum, Jalan Madrasah Alhidayah Rt.04/02 Jatimulya Cilodong Depok, Senin (27/5/19). Acara tersebut juga dihadiri oleh Nina Suzanna, anak mantan Ketua KOOD Almarhum Naming D Bothin, yang juga pernah menjabat Ketua DPRD Kota Depok.

Tidak sekedar itu, disela-sela kegiatan tersebut, disampaikan juga rencana program pembentukan Yayasan Saudagar KOOD, yang akan merambah dunia industri dan sosial kemasyarakatan.

Ketua KOOD Ahmad Dahlan memaparkan, saat ini bidang yang sudah jalan yakni bidang sosial, seni budaya dan Satgas Jawara. Rencana ke depan akan bergerak, Saudagar KOOD, sebuah bidang tersendiri yang akan di isi oleh pengusaha Depok, seperti H. Yahman, Azhari, Hendra Dimun dan Deni, anak Camat Bojongsari.

KOOD menurut Dahlan akan punya program yakni membuat produk Air Mineral Dalam Kemasan (AMDK) bernama Dmineral, kepanjangan dari Depok Air Mineral. “Setelah ijin semua di urus dan didaftarkan, ini akan jadi produk pertama bocah depok”, tandasnya.

Selain itu, akan dibuat kaos bernama Brendong Petong, dimana kaos tersebut akan memuat kalimat kalimat dari bahasa Depok, guna mensosialisasikan Bahasa Depok agar lebih cepat di kenal.

Dahlan menyampaikan, dengan adanya payung hukum Perda Propinsi Jabar No.5/2004 yang berisi tentang Jawa Barat punya 3 Suku, yakni Pasundan, Cirebon dan Melayu Betawi, tidak menutup kemungkinan untuk memasukkan bahasa Depok, sebagai pelajaran muatan lokal pada sekolah.

“Bahasa Depok Insya Allah masuk muatan lokal di sekolah, patung hukumnya sudah ada Perda Propinsi No. 5/2003, Jabar punya 3 suku, Sunda, Betawi Melayu dan Cirebon, dengan punya bahasa seni masing-masing, muatan lokal tersebut bisa di ajarkan di Sekolah-sekolah”, unggahnya.

Tidak secara parsial, imbuhnya, Depok punya kesenian Topeng, Lenong dan Tanji. Kesenian itulah yang menurutnya harus di hidupkan lagi, dikemas dalam sanggar khusus , yang mana seniman-seniman Depok yang ada, jadi tutornya, sehingga kesenian Depok tidak punah.

Hal itu baginya bisa jadi pangsa pangsar juga, bagaimana kesenian bisa dilestarikan, pasalnya jaman sekarang nanggap lenong itu sulit, lantaran tempatnya harus besar dan cukup mahal.

” Yang main lenong itu multi talenta, banyak artis top lahir dari lenong. Maka dalam rangka melestarikan budaya depok, salah satunya akan dilestarikan lewat pendidikan luar sekolah, dimana ada tempat kursus yang terdaftar di Disdik”, tuturnya.

H. Maksum Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Keagamaan, sangat gembira dengan kehadiran para pengurus dan anggota KOOD dirumahnya. Dia menjelaskan, buka puasa bersama tersebut pertama untuk menjalin silaturahmi sehubungan bulan puasa jarang ada kegiatan.

“Hanya silaturahmi tidak ada agenda khusus, kita jalin saja dulu, kita kumpul,guyub. Dalam bab ini tidak bahas apapun, pembicaraan ada jelang pasca halal bihalal baru ngobrol sana sini”, tandasnya.(iki)

loading...

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed